Data Acara Seni Budaya 2018, Sekelumit catatan

SPEKTAKEL ADALAH PLATFORM DIREKTORI ACARA SENI BUDAYA DI NUSANTARA. Kami mengkurasi beragam acara yang dihimpun dari para pelaku seni budaya, dari kota besar hingga pelosok desa. Informasi seni budaya kami sajikan dalam kemasan yang ringkas, efektif, dan lengkap. Sepanjang 2018, kami telah mengumpulkan sebanyak 590 data acara seni budaya dari seluruh Indonesia.

Populasi data kegiatan tertinggi terjadi pada bulan Agustus dengan 48 data kegiatan, diikuti bulan September dengan 45 data kegiatan.

Gambar 1: Sebaran data acara seni budaya berdasarkan bulan.

Dari grafik di atas, terlihat bahwa tiap bulannya rata-rata Direktori SPEKTAKEL berhasil mengumpulkan 34 data kegiatan. Jumlah data yang terkurasi ini meningkat dibandingkan dengan laporan yang sebelumnya telah kami publikasikan.

Kategori Festival Dominan

Bedingin Bungah. Kegiatan tradisi, ritual, hanya mengisi 7% direktori acara seni budaya Spektakel.
Gambar 2: Bedingin Bungah.
Kegiatan tradisi dan ritual hanya mengisi 8% Direktori Spektakel. Kami akan lebih giat mengkurasi data acara di tahun 2019 yang permai ini.

Berdasarkan kategori kegiatannya, sepanjang 2018 Direktori Spektakel telah mengumpulkan data kegiatan seni budaya dalam kategori Festival sebanyak 32% dari total populasi data, diikuti Musik (18%), Pertunjukkan (16%), Budaya (15%), Film (9%), dan Tradisi (8%).

Gambar 3: Sebaran data acara seni budaya berdasarkan kategori.

Terkait dominannya kategori Festival pada direktori acara, kami pernah sedikit melakukan telaah. “Kata “festival” menempati porsi paling besar dalam statistik input category. Karakteristik festival yang kami identifikasi sejauh ini berupa tradisi/ritus adat (contoh: Festival Bau Nyale), situs/lokasi (contoh: Festival Danau Sentani), kontemporer/disiplin spesifik (contoh: festival film),” tulis Dimas Jayasrana.

Catatan singkat tentang amatan terhadap festival-festival tersebut dapat dibaca di tautan ini.

Data Acara Berdasarkan Lokasi

Dari 590 data yang berhasil kami kumpulkan, DKI Jakarta adalah wilayah yang paling banyak menyumbang acara, yaitu 142 acara, diikuti kemudian oleh Jateng (96 acara), dan DIY (69 acara).

Gambar 4: Sebaran data acara seni budaya berdasarkan lokasi.

Sementara provinsi-provinsi dengan data paling sedikit di Direktori Spektakel adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, serta Sulawesi Tenggara. Masing-masing dengan kontribusi 1 data kegiatan. Sedikitnya data dari daerah-daerah tersebut sangat mungkin terjadi karena keterbatasan SDM kami.

Acara Terpopuler

Dari hasil pengamatan terhadap data yang berhasil kami kumpulkan, cukup mudah untuk melihat acara apa saja di direktori kami yang paling banyak menemukan audiensnya. Saya pribadi sangat bahagia ketika mendapati bahwa acara yang paling banyak dilihat di Direktori Spektakel adalah KONSER OM NEW PALLAPA!

Gambar 5: Konser OM New Pallapa di Pekalongan, kegiatan yang paling banyak di lihat di Direktori Spektakel.

Konser OM New Pallapa di Pekalongan pada bulan Juni 2018 dilihat oleh 2.859 orang. Jumlah jangkauan data acara ini diikuti oleh Pesta Kesenian Bali (2.954 views), Festival Kesenian Yogyakarta (2322 views), Yogyakarta Gamelan Festival (1988 views), Festival Kuwung Banyuwangi (1762 views), Festival Kesenian dan Budaya Cilacap (1861 views), Festival Palu Nomoni (1360 views), serta Festival Kentongan Banyumas (800 views).

Tentu jumlah views ini masih terlalu kecil dan barangkali tidak terlalu menarik untuk ditelusuri lebih jauh. Namun, kami akan melakukan banyak perubahan di tahun 2019 ini. Tujuannya, agar kegiatan seni budaya di Indonesia semakin berdengung dan relevan bagi masyarakat.


Mungkin SDM kami terbatas. Namun, energi dan semangat kami besar. Kami selalu terbuka dan mengundang semua pihak yang berkepentingan dalam kegiatan seni budaya di Nusantara untuk bersama-sama berbuat sesuatu. Jika kamu tertarik untuk ikut meramaikan apa-apa yang sedang kami lakukan, silakan lihat tautan ini.

Mari bekerja sama, berbuat sesuatu, dan jangan lupa, berbahagia!

Salam damai selalu.

One Reply to “Data Acara Seni Budaya 2018, Sekelumit catatan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *