RAMAI TAPI DAMAI; Solidifying Religious Freedom in Indonesia (SOLID-ID)

Kita tahu betapa beragamnya Indonesia. Negeri kita memiliki 17.500 pulau dengan 1.340 suku dan 700 bahasa. Spektrum warna yang kita miliki begitu luas dan indah. Namun hasil penelitian dan pengamatan menunjukkan bahwa tingkat intoleransi di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang diadakan oleh Convey Indonesia di tahun 2017, 33,34% dari kalangan generasi muda yang menjadi, subjek berpendapat bahwa intoleransi terhadap golongan yang berbeda bukan masalah.

Sebagaimana yang kita lihat belakangan ini di berbagai wilayah di Indonesia, seolah tidak ada lagi ruang bernapas bagi perbedaan-perbedaan, utamanya soal kepercayaan. Hal yang mestinya menjadi hal privat, kini menjadi konsumsi publik dengan penuh penghakiman.

Karena itu, Spektakel ID berkolaborasi dengan Search For Common Ground (Search) yang mengadakan proyek Residensi Seni SOLID-ID (Solidifying Religious Freedom in Indonesia – Memperkokoh Kebebasan Beragama di Indonesia) –untuk mendorong terciptanya karya-karya seni sebagai motivasi untuk menyebarkan pesan betapa pentingnya memahami dan mendukung kebebasan beragama di Indonesia.

TENTANG RESIDENSI

Residensi Seni SOLID-ID adalah program bagi para pelaku seni dan dunia kreatif muda Indonesia untuk berpartisipasi dalam mendukung perdamaian, kebebasan dan toleransi beragama melalui seni dan diskusi. Melalui program ini, para partisipan akan mendapat kesempatan untuk mengeksplorasi dan belajar lebih lanjut dari para pemateri dan pelaku seni mengenai karya yang akan mereka hasilkan.

Residensi ini adalah bagian dari proyek Solidifying Religious Freedom in Indonesia atau SOLID-ID, yang bertujuan memfasilitasi proses dalam menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia melalui keterlibatan kolaboratif baik dari pihak pemerintah maupun non-pemerintah. Untuk proyek yang akan berlangsung selama 18 bulan ini, Search – Indonesia berkolaborasi dengan Bureau of Democracy, Human Rights and Labor (DRL), The United States Department of State.

Lewat panggilan terbuka ini, kami mengajak para pegiat seni muda dari Jakarta, Bandung, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, dan Yogyakarta untuk mendaftarkan diri mereka menjadi peserta program residensi. Tujuh (7) seniman muda yang terpilih akan mengikuti lokakarya tiga (3) hari di Jakarta dan tiap peserta akan mendapatkan hibah (seed grant) sebesar Rp. 20.000.000,- untuk menghasilkan karya/ proyek seni dengan tema “Ramai Tapi Damai”. Proses penciptaan karya diadakan di kediaman masing-masing peserta. Puncak dari residensi ini adalah memamerkan karya-karya para peserta di Common Ground Art Festival dan akan didokumentasikan dalam katalog yang akan disebarluaskan dalam format cetak dan digital.

Kami tidak menutup kemungkinan semua jenis disiplin seni yang diajukan sebagai hasil akhir dari proses residensi ini. Bisa pertunjukan teater, fotografi, film, lukis, dan seterusnya. Namun kami menekankan proses yang partisipatif, kolaboratif, dan secara substansial dengan lingkungan sekitar di mana residensi dilaksanakan.

HIBAH (Seed Grant)

Setiap partisipan terpilih berhak mendapatkan hibah (seed grant) sebesar Rp 20.000.000,- (dua puluh juta Rupiah), yang nantinya akan digunakan untuk memproduksi karya, termasuk penyelenggaraan diskusi dan atau pameran di daerah asal peserta.

KETENTUAN

Residensi ini mencari 7 (tujuh) pegiat seni baik individu maupun tim yang:

  • Berusia antara 18-25 tahun;
  • Berdomisili di Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta dari berbagai latar belakang pendidikan formal maupun informal;
  • Karya seni yang ingin dihasilkan bisa berupa hasil kolaborasi antar individu atau kelompok; meski begitu, hal ini tidak akan mempengaruhi jumlah hibah yang diterima dan hanya satu perwakilan yang berhak mengikuti lokakarya;
  • Berpengalaman atau pernah terlibat dalam proyek seni kolaboratif dan inovatif, yang menggunakan seni dalam praktik sosial dan melibatkan masyarakat serta memiliki pengalaman dengan karya seni yang berhubungan dengan transformasi konflik dan proyek kolaboratif dengan masyarakat lokal merupakan keuntungan tambahan;
  • Mau dan mampu berkomitmen untuk menyelesaikan karya seni dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan di daerahnya masing-masing;
  • Mau dan mampu bekerja sama dengan Search for Common Ground Indonesia dalam menciptakan karya seni dengan tema “Ramai Tapi Damai”.

Partisipan yang terpilih akan dikontak langsung oleh pihak Search – Indonesia dan harus melaksanakan kewajiban berikut:

  • Mengikuti lokakarya 3 (tiga) hari di Jakarta;
  • Memproduksi informasi awal (start-up report) yang menjelaskan konsep proyek, rencana kerja, dan linimassa;
  • Menciptakan proyek karya Common Ground dalam waktu 3 bulan (September– November);
  • Menginformasikan perkembangan karya seni tiap bulannya ke pihak Search – Indonesia dan mengikuti ketentuan finansial dan administratif Search – Indonesia;
  • Mempresentasikan karya seni yang sudah selesai di pameran atau diskusi seni, atau menyelenggarakan sendiri pameran dan diskusi karya seni di daerahnya untuk mendapatkan respon dari publik sebelum dipamerkan di Common Ground Art Festival;
  • Memamerkan karya seni di Common Ground Art Festival di Jakarta.

PENDAFTARAN & SELEKSI

Program ini TIDAK memungut biaya pendaftaran. Semua partisipan yang lolos seleksi akan mengikuti program dengan GRATIS. Bagi partisipan yang lolos seleksi dan berasal dari luar Jakarta, Search – Indonesia akan menanggung biaya perjalanan sesuai dengan tarif yang diberlakukan dari Search – Indonesia.

Partisipan yang tertarik mengikuti program ini harus mengirimkan:

  1. Resume terbaru
  2. Portfolio
  3. Proposal karya seni

Proposal bisa dalam bentuk presentasi poster berukuran A3, video 1-2 menit, slide powerpoint (maksimal 10 slide), atau proposal tertulis (maksimal 5 halaman). Proposal harus memuat deskripsi rencana proyek yang akan dilakukan termasuk konsep, timeline, sumber, pihak yang terlibat, dan anggaran. Dokumen-dokumen tersebut harus dikirimkan ke [email protected] (cc: [email protected]) dengan batas akhir 30 Juni 2018 pukul 23:59.

Kalian bisa unduh Terms of Reference proyek ini di sini.

Proposal para kandidat akan dievaluasi oleh tim penasihat/ juri berdasarkan:

  1. Orisinalitas
  2. Inovasi
  3. Relevansi proyek seni dengan tema dan pembangunan perdamaian secara umum
  4. Pelibatan masyarakat (social engagement)
  5. Pesan yang ingin disampaikan
  6. Kedekatan proyek seni dengan komunitas akar-rumput.

Dalam menciptakan konsep dan proposal proyek seni, kandidat diharapkan untuk mempertimbangkan beberapa pertanyaan berikut selama proses kreatif:

  • Bagaimana proyek seni tersebut bisa menyampaikan pesan-pesan damai yang ingin kita sampaikan?
  • Bagaimana proyek seni tersebut menyoroti kesamaan dan merayakan perbedaan di dalam/ antar komunitas?
  • Bagaimana proyek seni tersebut mengatasi budaya kekerasan dan mendorong budaya berdialog?
  • Bagaimana proyek seni membangun pemahaman untuk perspektif ‘mereka’ atau ‘kelompok lain’?
  • Bagaimana proyek seni menjadi faktor inklusif dan pemersatu di antara komunitas yang beragam?
  • Bagaimana proyek seni tersebut melibatkan individu dan kelompok yang terpinggirkan atau rentan, seperti kelompok kurang mampu, kelompok agama minoritas, kelompok ekstremis, atau perempuan dan anak-anak?
  • Bagaimana proyek seni tersebut dapat memiliki dampak dalam jangka waktu lama dan berkesinambungan, bahkan setelah masa residensi berakhir?

INFORMASI LEBIH LANJUT

Moudy Cynthia | Program Manager

+6281219567871 | [email protected]

Shaffira Gayatri | Program Officer

+6281335847898 | [email protected]

 

Owner dan Direktur Operasional Spektakel.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *