Menjawab tantangan Presiden Jokowi

Sektor budaya dan parwisata kini menjadi tumpuan baru Indonesia dalam era ekonomi berbagi (sharing economy ).

Pada 2 Februari 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pemikirannya, apakah Indonesia sebaiknya mengandalkan seni dan budaya sebagai penunjang ekonomi bagi masyarakatnya. Dalam sambutannya pada acara Forum Rektor Indonesia di JCC Senayan , Jakarta itu didasarkan pada melimpahnya seni dan budaya yang ada di Indonesia, yang tak dimiliki oleh negara lain. Potensi budaya ini belum optimal digali. Padahal, sektor budaya dan pariwisata sangat empuk.

Menurut data BPS, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara tiap berkunjung ke Indonesia selalu naik sejak 2009. Pada tahun itu, tiap wisatawan mancanegara rata-rata merogoh kocek US$ 995,93. Jumlah itu naik tiap tahunnya. Hingga pada 2015, tiap turis itu bisa mengeluarkan uang US$ 1.208,79. Jumlah wisatawan mancanegara juga melonjak. Pada 2009, mencapai 6,32 juta orang. Jumlah itu menjadi 10,23 juta orang pada 2015.

Pemikiran Jokowi ini ternyata seturut dengan juga landasan berpikir PT. Selasar Kebudayaan Nusantara. Perusahaan rintisan (startup) bidang budaya ini sudah mengeluarkan dua produk, Spektakel.id dan Plesir!.

Spektakel.id adalah direktori online kegiatan seni budaya Nusantara yang dirilis pada Oktober 2016. Pada Februari 2017, Plesir! sebuah servis kunjungan wisata berbasis seni budaya diluncurkan.

Kedua lini produk ini merupakan produk yang bertautan. Baik Spektakel.id maupun Plesir! menjawab kebutuhan masyarakat dalam serta luar negeri akan informasi seni budaya Nusantara. Plesir bahkan menyediakan sarana bagi pelancong untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan budaya di Indonesia.

“Ini ide baru. Belum ada perusahaan sejenis kami yang secara tegas menyatakan fokusnya pada pengelolaan informasi serta kegiatan berbasis seni budaya Nusantara”, kata Dhiara Fasya selaku pengelola bisnis PT. Selasar Kebudayaan Nusantara.

Selasar Kebudayaan Nusantara juga membantu pemeliharaan dan pengembangan kelompok-kelompok serta pelaku seni budaya, khususnya tradisi di Indonesia.

“Kami membantu membuatkan dan mengelola website serta media sosial bagi kelompok-kelompok seni tradisi yang membutuhkan, gratis,” jelas Dimas Jayasrana, Direktur operasional PT. Selasar Kebudayaan Nusantara.

Untuk awal mula, PT. Selasar Kebudayaan Nusantara mencoba dengan kelompok Wayang Orang Bharata. Dalam beberapa waktu ke depan, startup ini akan merilis website Wayang Orang Bharata dan mengelolanya sembari alih pengetahuan kepada tim Wayang Orang Bharata.

Dimas memastikan kolaborasi ini adalah langkah awal yang bisa dilakukan oleh PT. Selasar Kebudayaan Nusantara untuk seni budaya di Indonesia. Terutama untuk aspek pengembangan ekonomi budaya seperti yang diungkapkan oleh Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *