Main ke Wayang Orang Bharata

Sabtu malam lalu (4/02), Spektakel akhirnya bisa singgah ke Gedung Wayang Orang Bharata di Senen, tepatnya di Jl. Kalilio no 15, Senen, Jakarta Pusat. hanya sekitar 1.5 km dari kantor kami. Memang kami sudah meniatkan untuk menonton pertunjukan di sana dan malam itu pertunjukan yang diagendakan berjudul ‘Alap-alap Sukeksi’.

Namun ada niat yang lebih besar dari sekedar menonton; Spektakel hendak menyampaikan niat ke Paguyuban Wayang Orang Bharata (PWOB) untuk membantu membuat dan mengelola ekosistem informasi dan promosi mereka dalam bentuk website dan media sosial yang selama ini memang belum maksimal.

Ini adalah salah satu visi dari Spektakel; bagaimana kami bisa berkontribusi nyata untuk membantu kelompok-kelompok seni, utamanya tradisi, agar bisa lebih dikenal masyarakat luas.

Sowan kami membuahkan hasil. Bertemu dengan Bapak Marsam Mulyo Atmojo selaku Ketua PWOB. Niat kami sampaikan dan disambut baik oleh beliau. Dipertemuan singkat itu, beliau bercerita bila selama ini WOB Jakarta banyak dibantu oleh anak-anak muda yang memiliki kepedulian atas seni tradisi. Baik itu dalam bentuk pendokumentasian foto, video maupun bantuan kerja-kerja desain grafis promosi pertunjukan PWOB. Bahagia sekali mendengar cerita beliau.

Saat ini, tinggal tiga paguyuban Wayang Orang yang masih bertahan. Dua diantaranya berada di kota Yogyakarta dan Solo. Wayang Orang Bharata yang berbasis di Jakarta sebagai sentra negara Indonesia, menjadi tolak ukur keberlangsungan tradisi kesenian Wayang Orang.Meski sempat pecah di tahun 1972, kelompok kesenian Wayang Orang Bharata sejak pertama kali didirikan sampai dengan tahun 1999 konsisten menggelar pertunjukan wayang orang.

“Kita bisa memesan makan di dalam ruangan pertunjukan. Jadi sambil nonton, kita bisa sembari makan ketoprak, sate atau pecel ayam”, bisik saya ke Pengelola bisnis Spektakel, Dhiara Fasya. Dia mengeryitkan dahi tanda tidak percaya. Tak lama, 2-3 orang bersliweran membawa nampan makanan serta minuman dan kami pun segera memesan makan malam kami! Apa yang lebih nikmat dari makan ketoprak, minum es teh, sembari menonton pertunjukan Wayang Orang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *